ULAMA KEDOKTERAN ISLAM (IMAM ADZ-Dzahabi, Ahli Hadits dan Peneliti Ulung)

29 May ULAMA KEDOKTERAN ISLAM (IMAM ADZ-Dzahabi, Ahli Hadits dan Peneliti Ulung)

 

`

Begitu banyak ulama salaf (terdahulu) dan modern yang mencurahkan hidup dan perhatian mereka terhadap dunia kedokteran (Ath-Thib) yang merujuk pada tuntunan Al-Quran dan Al Hadits. Mereka memaparkan kandungan maknanya. Menjelaskan kosa kata yang asing, menjelaskan kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip kedokteran yang terkandung di dalamnya sekaligus memaparkan kedokteran yang bermuara pada pencegahan (prefentif) disamping pengobatan (terapi).

Para ulama kedokteran Islam dikenal sebagai penghafal Al-Quran dan Al Hadits serta menguasai Ilmu agama dengan baik, sehingga mereka mampu menjelaskan masalah kedokteran dengan pijakan Ilmu agama yang memadai. Selain itu mereka juga dikenal periset ulung baik dalam terapan pengobatan maupun penggunaan obat. Lebih dari itu pemahaman dan penguasaan mereka atas keberadaan manusia serta fungsi anatomis tubuh tak diragukan lagi.

Untuk itu penjelasan mereka tentang masalah kesehatan dan kemanusiaan serta pengobatan sangat memiliki ruh lantaran ditopang oleh keimanan dan ketaatan kepada AllahTa’ala dan Rasul Nya. Sejumlah nama ulama kedokteran Islam yang cukup masyhur antara lain imam Abu Bakar Bin Abi Ashim (Wafat Tahun 287 H), karyanya yang monumental Ath-Thibbu wal Amrad. Lalu Imam Ibnus Suni (Wafat Tahun 364 H) karyanya kitab Thibbun Nabawi, namun belum ditemukan sampai saat ini. Berikutnya Imam Abu Nu’aim Al-Ashbahani (Wafat tahun 430 H) karyanya yang masyhur kitab Thibbun Nabawi.

Ulama lainnnya adalah Abu Ja’far Al Mustaghfiri (Wafat 432 H) karyanya kitab Ath-Thibbun Nabawi.  Lalu imam Abdul Malik bin Habib dengan karyanya kitab Ath-Thibbun Nabawi , lalu Imam Dhiya’uddin Al- Maqdisi  (wafat 463 H) Kitabnya Ath-Thibbun Nabawi. Imam Ibnul Jauzi dengan kitabnya Laqthul Manafi’ dan Mukhtarul Lafzhi. Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Zadul Ma’ad. Imam Adz-Dzahabi dengan karyanya kitab Ath-Tibbun Nabawi. Lalu Imam Al-Qasthalani dalam muatan kitab Al-Mawahib Al-Laduniyyah. Imam As-Suyuti dalam kitab Al-Manhaj Asawiy dan Ibnu Muflih yang menulis Ath-Thibbun Nabawi dalam kitab Al-adab Asy-Syar’iyah.

Kali ini kami menampilkan ulama kedokteran islam yang dikenal dengan julukan Imam Adz-Dzahabi (Imam Emas). Nama Aslinya Muhammad bin Ahmad bin Usman Bin Qaimaz Adz-Dzahabi Syamsudin Abu Abdullah. Beliau dikenal seorang penghafal hadist dan ahli hadits, juga seorang ahli sejarah. Imam Adz-Dzahabi juga dikenal seorang ulama yang wara, pakar dalam ilmu kedokteran dan seorang peneliti ulung.

Beliau berdarah Turkemistan, dilahirkan di Damaskus pada tahun 673H, beajar hadits selam 18tahun dan berkelana ke Kairo dan Makkah. Dia banyak mengunjungi berbagai negeri kemudian kembali ke Damaskus berkonsentrasi dengan ilmu ini dan mengarang. Dia telah menulis ratusan kitab, yang paling besar terdiri dari beberapa Juz. Diantara karya tulisnya: Tarikh Al Islam Al Kabir 32 Jilid, Al Ibar Fi Khabar man Ghabar sebanyak 5 Juz, Mizan Al-Itidal fi Al Naqd Ar rijal sebanyak 3 Jilid, Duwal Al-Islam, thabaqat Naqd Ar-Rijal sebanyak 3 jilid, Duwal Al Islam, Thabaqat Al Huffaz, Thabaqat Al Qurra, Al-Kabair, dan Ath-Thib An-Nabawi Setebal 328 lembar dalam bahasa arab.

Masih banyak kita lainnya, dan sebagian karangannya yang tebal belum dicetak dan diterbitkan. Dia mengalami buta pada tahun 741H. Imam Adz-Dzahabi wafat pada tahun 748H dan dimakamkan di Damaskus.

Admin Griya Empati/ dari berbagai sumber.

No Comments

Post A Comment