PENANGANAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDEKATAN THIBBUN NABAWI

18 Oct PENANGANAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDEKATAN THIBBUN NABAWI

cr-fitdownload (17)

PENANGANAN PENYAKIT JANTUNG KORONER

DENGAN PENDEKATAN THIBBUN NABAWI

Wahyudi Widada, SKp., MKed

Hipokrates (400 SM) menggunakan bekam untuk mengobati penyakit dalam (Mahdavi, et al., 2012). Jadi Hipokrates juga menganjurkan pemakaian bekam untuk terapi. Sebagai pengobatan kuno bekam sudah menyebar di berbagai benua dan berkembang sesuai lingkungannya. Lamanya bekam digunakan masyarakat hingga sekarang  merupakan bukti tak terbantahkan bahwa bekam aman dan efektif untuk pengobatan. Di Indonesia masyarakat mengenal bekam seiring perkembangan agama Islam. Terapi bekam sampai sekarang berkembang terutama di lingkungan masyarakat muslim. Hal tersebut tidak terlepas dari hadist shahih yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW diperintah malaikat untuk mengajak umatnya berbekam.

 

Aterosklerosis adalah penyempitan, penyumbatan atau pengapuran  pembuluh darah sehingga aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi menuju organ menjadi terhambat. Umumnya aterosklerosis dipicu oleh stres psikis, merokok, kolesterol LDL yang tinggi, obesitas dan hipertensi. Diduga kuat kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan robekan kecil dinding pembuluh darah yang akhirnya menjadi jaringan ikat semacam keloid. Proses terjadinya aterosklerosis ini dimulai sejak usia remaja terutama remaja yang obesitas atau malas aktifitas. Pada umur 30 tahunan aterosklerosis sudah mulai menimbulkan gejala berupa kaki kesemutan, mudah capek, badan terasa berat, leher pegal, sering sakit kepala dan mudah mengantuk. Bisa jadi keluhan nyeri didada kiri belum muncul tetapi aterosklerosis sudah merata dimana-mana.

Tanda dan gejala

  1. Nyeri di sekitar dada tengah atau kiri, dapat berupa seperti tusukan atau tekanan diatas jantung.
  2. Nyeri menjalar ke bahu kiri, lengan kiri, leher atau rahang. Pada jantung koroner akut, nyerinya sangat hebat.
  3. Mudah lelah atau napas berat disertai nyeri dada.

Pada diagnosa Akut Miokard Infark (sekarang disebut syndrome jantung koroner, orang awam menyebut Angin Duduk), bila tidak mendapat pertolongan dengan cepat pasien bisa meninggal di lokasi serangan. Bisa saja terjadi pembuluh koroner mengalami kekakuan sesaat (vasospasme) yang bila diperiksa di laborat tidak ditemukan sumbatan aterosklerosis.

Permasalahan pada Jantung Koroner adalah

  1. Aliran darah yang membawa oksigen ke sel otot jantung terhambat oleh menyempitnya pembuluh jantung koroner. Sel otot jantung bisa mengalami kematian jaringan otot jantung. Ini berbahaya karena jantung bisa mengalami henti kontraksi.
  2. Mikrosirkulasi (pembuluh kapiler) seringkali juga mengalami dampak dari aterosklerosis

 

Bagaimana solusi? Mampukan bekam memberikan perbaikan yang signifikan.

  1. Terapi Bekam di area jantung diharapkan dapat meningkatkan Nitric Oxide (NO) yang rendah pada pasien jantung koroner. Menurut Schäffer MR, et al (1997) : Production of endogenous NO was reported to increase after skin injury. Terapi bekam meliputi tindakan vakumisasi dan perlukaan. Dua tindakan ini adalah bentuk “skin injury” yang dapat menstimulasi produksi NO. Selanjutnya NO akan berperan sebagai vasodilator, melebarkan lumen pembuluh darah yang mengalami penyempitan akibat aterosklerosis.
  2. Terapi Bekam meningkatkan mikrosirkulasi dan oksigenasi

Mengacu pada penilitian Widada 2010 bahwa dua minggu pasca pembekaman telah terjadi peningkatan regenerasi eritrosit. Ini menunjukkan sel dan jaringan merespon dampak pembekaman pada sel darah dan sirkulasinya

 

Gumpalan darah bekam yang menggambarkan tingginya kandungan kolesterol

BAGAIMANA PEMILIHAN TITIK BEKAM?

  1. Al-akhda’ain kanan kiri
  2. Al-Kahil setinggi thorakal 1
  3. Kholfur Riatain kanan kiri
  4. Tulang dada (os sternum setinggi puting susu)
  5. Intercosta 5 kiri 2 jari dari tulang dada
  6. Intercosta 5 kanan 2 jari dari tulang dada
  7. Mid axilla kiri setinggi intercosta 7

Tindakan penunjang holistik

  1. Ajarkan klien istighfar sambil menarik napas panjang
  2. Gali memori dan emosi yang berhubungan dengan marah, dendam, jengkel.
  3. Hindari mengkonsumsi makanan rendah serat seperti roti, daging, mie, dll
  4. Perbanyak konsumsi buah, sayur, jus, nabiz,
  5. Bila memungkinkan ajak klien untuk aktifitas berjalan secara bertahap
No Comments

Post A Comment