FAKTA MEDIS DIBALIK SUNNAH MAKAN DAN MINUM

29 May FAKTA MEDIS DIBALIK SUNNAH MAKAN DAN MINUM

Subhanallah itulah islam, agama yang universal mengatur setiap dimensi dalam kehidupan. Dari mulai manusia lahir hingga dikuburkan, dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali. Pada pembahasan kali ini kita mengambil contoh sunnah dalam rangka makan dan minum yang ternyata memiliki banyak hikmah. Dalam hal mengamalkan sunnah yang satu ini sepertinya dianggap biasa saja oleh sebagian masyarakat kita. Sebagai contoh saat ini makan dan minum dengan berjalan sering kita lihat, standing party yang mulai banyak dikenal masyarakat khususnya perkotaan.

Dalam petunjuk rasulullah dalam makan dan minum tidak hanya kita mendapatkan pahala saat mengamalkannya, tetapi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan juga.

  1. Membaca basmallah

Agar auatu aktivitas bernilai ibadah jangan lupa mengucapkan basmallah. Rasulullah bersabda “Apabila salah seorang kalian makan suatu makanan maka hendaklah ia mengucapkan “basmallah” (dengan nama Allah) dan bila dia lupa diawalnya hendaklah mengucapkan “bismillahi fii awwalih wa akhirihi” (dengan nama allah diawal dan akhirnya). HR. Tirmidzi

Menyebut Nama Allah sebelum makan berfungsi mencegah setan dari ikut berpartisipasi menikmati makanan kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya syaithan turut menikmati makanan yang tidak disebut nama Allah padanya” (HR. Muslim No. 2017). Tentu saja kita tidak rela, jika syethan ternyata bersama-sama kita menyantap makanan yang sedang kita makan.

Bacaan yang sesuai dengan sunnah adalah cukup dengan bismillah tanpa tambahan ar-rahman dan ar-rahim. Hal ini sesuai dengan hadits dari Amr bin Abi Salamah, Rasulullah shalullah ‘alaihi wa salam bersabda “Wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang berada didekatmu” (HR. Thabrani dalam mu’jam Kabir) dalam silsilah hadits shahihah, 1/611 syaikh al-abani mengatakan, (sanad hadits ini shahih menurut persyaratan imam Bukhari dan Imam Muslim).

  1. DUDUK DAN TIDAK BERSANDARdownload

Sifat duduk Rasulullah ketika makan telah diceritakan oleh Abdullah bin busr “Nabi memiliki sebuah qas’ah (tempat makan/nampan) dan qas’ah itu disebut Al-Gharra’ dan dibawa oleh empat orang. Disaat mereka berada diwaktu pagi, mereka sholat dhuha, lalu dibawalah qas’ah tersebut dan padanya ada tsarid (sejenis roti) mereka mengelilinya. Tatkala semakin bertambah (jumlah mereka), Rasulullah duduk diatas dua betis beliau.

Seorang A’rabi (badui) bertanya : “Duduk apa ini, wahai Rasulullah?” beliau menjawab “sesungguhnya aku dijadikan oleh Allah sebagai hamba yang dermawan dan Allah tidak menjadikan aku seorang yang angkuh dan penentang” HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah

Kenapa Rasulullah duduk dengan jatsa (diatas kedua lutut dan kaki) ? Ibnu Baththal dalam dalam fathul bahri mengatakan : “beliau melakukan hal tersebut itu sebagai salah satu bentuk tawadhu beliau”. Ternyata setelah diteliti secara medis pada saat duduk dengan posisi tegak syaraf pencernaan berada dalam keadaan tenang, tidak tegang dan tidak relaksasi sehingga apa yang dimakan dan diminum akan berjalan pada dinding isi dengan lembut dan perlahan sehingga tercipta keseimbangan organ pencernaan, sedangkan posisi bersandar dapat memungkinkan terjadinya refluks makanan dan minuman.

  1. Tidak Berdiri atau duduk

Rasulullah juga melarang makan dan minum sambil berdiri, sebagaimana hadits dari Abu Hurairoh “Janganlah kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa maka hendaknya ia memuntahkannya” HR. Muslim

Makan dan minum sambil berdiri dapat membahayakan kesehatan dan mengganggu pencernaan. Menurut Ibnu Qayyim minum sambil berdiri dapat menimbulkan beberapa penyakit, tidak menuntaskan dahaga dan membuat air tidak menetap dalam perut agar liver dapat mengedarkan air keseluruh tubuh. Air akan turun dengan cepat menuju perut dan akan memperburuk keadaannya, dan air tidak akan dicerna dengan baik. Menurut Dr. Abdurrazaq Al Kailani, Minum dan makan sambil duduk lebih sehat, lebih selamat dan lebih sopan, karena apa yang diminum dan dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut.

Begitu pula dengan makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan dan tentu juga tidak etis dan tidak pernah dikenal dalam islam dan kaum muslimin. Sementara Dr. Ibrahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat syaraf sedang bekerja keras, sehingga mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna.

Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalamkeadaan tenang dan tidak tegang, sehingga system pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minuman dengan cepat.

  1. Sunnah keempat dalam makan dan minum adalah dilarang untuk mencela makanan.

Terkadang kebiasaan ini sering kali kita lakukan, dalam hal ini Rasulullah mencontohkan untuk tidak memakannya apabila ia tidak menyukai makanan. Dari sahabat Abu Hurairah beliau berkata : “Rasulullah tidak pernah mencela makanan sama sekali. Bila engkau menginginkan sesuatu beliau memakannya dan bila tidak suka beliau meninggalkannya” HR. Bukhari dan Muslim

Sebuah penelitian Dr. Masaru Emoto dari Jepang dalam bukunya “The True Power of Water” menemukan bahwa unsur air ternyata hidup. Air mampu merespon stimulus dari manusia berupa lisan maupun tulisan. Ketika diucapkan kalimat yang baik atau ditempelkan tulisan dengan kalimat positif, maka air tersebut akan membentuk stuktur Kristal yang indah dan bisa memiliki daya sembuh untuk berbagai penyakit. Sebaliknya, jika diucapkan maupun ditempelkan kalimat umpatan, celaan atau kalimat negatif lainnya, maka air tersebut akan membentuk struktur Kristal yang jelek dan bisa berpengaruh terhadap kesehatan.

  1. Menjilati Jari

“Sungguh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam makan dengan menggunakan tiga jari.” (HR. Muslim, HR. Daud)

Bagaimana fakta ilmiahnya? Subhanallah dengan menggunakan tiga jari (jempol, telunjuk dan jari tengah), makanan yang masuk ke mulut lebih sedikit, enzim ptyalin yang diproduksi kelenjar saliva mencerna makanan dengan maksimaln sehingga makanan menjadi lembut dan mudah dicerna. Tangan mengeluarkan enzim RNAse, yaitu enzim yang dihasilkan tangan yang mempunyai kemampuan mengikat bakteri sehingga dapat menghambat aktivasi bakteri dalam tubuh.

6. Makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang

Dari Mikdam bin Ma’dikarib ra. Menyatakan pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah untuk anak adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada cara lain, maka seperti (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

Jika ditinjau dari kesehatan makan yang berlebihan sudah barang tentu akan menyebabkan kerja lambung semakin berat, hati, usus besar dan ginjal, maka terjadi penurunan fungsi organ, dan pada akhirnya proses metabolism terganggu. Sebagaimana dipaparkan oleh ibnu qayyim al-jauziyah bahwa diantara sumber penyakit fisik akibat kelebihan materi dalam tubuh sehingga mengganggu fungsi tubuh sehari-hari.

Selain itu, makan dengan porsi besar membuat pH tubuh menjadi asam dan bila tubuh tidak bisa mengatasi keadaan yang asam yang terlalu lama, maka akan terjadi penumpukan karbondioksida sehingga kadar oksigen menurun yang dapat berakibat sulitnya bernafas / sel-sel tubuh akan rusak. Terakhir ketika lambung dipenuhi oleh makanan maka terjadi peningkatan aliran darah ke lambung yang berisi oksigen, menyebabkan oksigen di sel tubuh berkurang dan menyebabkan kelelahan.

Demikian beberapa hikmah kesehatan dibalik sunnah rasulullah, semoga bermanfaat dan berusaha kita amalkan.

 

Admin Griya Empati

Dari berbagai sumber

No Comments

Post A Comment